Design Perancangan

Aircraft Structure
Perusahaan kami  menggunakan design struktur pesawat berbahan KOMPOSIT. Komposit merupakan material yang terdiri dari dua bentuk yang jelas secara fisik, di mana kombinasinya menghasilkan sifat yang berbeda dari komponen penyusunnya. Komposit merupakan material yang sangat diperlukan dalam dunia penerbangan. Yang dapat dirancang menjadi sangat kuat dan kaku dengan berat cukup ringan, bahkan sangat ringan menjadikan  Bending Stress yang ditimbulkan pada wing sangat kecilRasio perbandingan kekuatan dengan berat serta kekakuan dengan berat beberapa kali lebih baik dibandingkan dengan baja dan aluminium. Oleh karena itu komposit ini sangat cocok bila digunakan pada bidang pesawat terbang karena dapat meminimalis penggunaan daya. Keunggulan lain pada komposit adalah sifat fatigue dan keuletan dari komposit secara umum lebih baik dibandingkan dengan logam teknik. Komposit juga dapat dirancang supaya tidak mudah berkarat dan memungkinkan kita untuk merancang material dengan penampilan luar yang menarik.

Aircraft Design
Pesawat ini di design dengan menggunakan konsep mampu terbang stabil, mampu landing di segala Medan dan memiliki penampang sayap yang luas agar dapat digunakan untuk penempatan SolaBat.
Kami menggunakan pesawat jenis Flying dengan modifikasi Fuselage yang menyerupai lambung kapal dan wing tip menggunakan jenis fince tip seperti yang digunakan pesawat boeing Maxx. bahan yang kami gunakan menggunakan bahan Semi Composite, dalam perancangan wing kami menggunakan perpaduan antar serat fiber sebagai skin dan foam di dalam nya sebagai penguat rib dan spar yang jumlahnya terbatas agar mengurangi beban pesawat apabila menggunakan full rib, kemudian dalam fuselage kami menggunakan full dengan serat fiber dengan dilapisi cairan kimia sebagai penguat skin.sehingga pesawat kami memiliki kelebihan airframe yang seringan mungkin, kuat dan dapat terbang dengan kecepatan cukup tinggi.



Aerodinamic
Pesawat ini memiliki aerodinamis yang cukup bagus dengan bentuk airfoil asimetris pada wing, menggunakan NACA 2412 berdiameter wing tip dan root yang berbeda dengan wing berbentuk swept, pada ujung wingtip juga dilengkapi dengan winglet yang berjenis fence.
Pada fuselage pesawat Aeromapping bagian sisi atas memiliki bentuk menyerupai peluru agar memiliki bentuk yang keren untuk dipandang dan juga berfungsi untuk mengurangi Drag pada pesawat, sedangkan pada sisi bagian bawah memiliki bentuk menyerupai lambung kapal agar bisa landing di berbagai medan terutama pada tempat yang terdapat genangan air dan juga untuk meminimalisir drag. 

Electric System
Sistem Electrical pada pesawat Aeromapping menggunakan SolaBat yaitu gabungan antara Solar cell dengan Baterai yang berguna sebagai pembangkit listrik/daya dan dengan fungsi utama sebagai power. Keunggulan dari SolaBat juga bisa Me-recharge daya dengan memanfaatkan tenaga surya saat penerbangan berlangsung, dan pesawat akan mampu mengudara  dengan jarak tempuh yang lebih jauh (Long Ranges) dengan durasi waktu yang lebih lama.
Selain menggunakan SolaBat sebagai sistem pembangkit listrik electrical pada pesawat  Aeromapping dilengkapi dengan sistem pendukung utama yang sangat berpengaruh pada sistem pesawat Aeromapping, yaitu: Flight Control, ESC, UBEC, Telemetry, Video Sender,  Gimbal, Kamera Mapping dan Monitoring, dll.
Pesawat Aeromapping ini juga dilengkapi dengan system Antenna-Tracker, yang dimana berfungsi sebagai sistem yang dapat melacak lokasi pesawat secara signifikan untuk meningkatkan jangkauan terbang, dimana sinyal dapat dikirim dan diterima dari ground. Sistem antenna-tracker yang berbasis GPS dikalibrasi dengan data Altitude, data Longitude, dan data altitude untuk mendapatkan hasil tracking 3D yang pergerakannya menggunakan 3 axis.


Propulltion System 

Sistem Propulsi pada Aeromapping menggunakan motor electric, karena motor electric lebih ramah lingkungan dan mengurangi emisi gas buang yang ditimbulkan oleh bahan bakar. Ada 2 jenis energi yang terdapat pada Aeromapping, yaitu Energi Potensial dan Energi Mekanik. Energi Potensial diperoleh dari hasil Solar Sel yang dikonversikan menjadi pembangkit tenaga pada pesawat, Energi Mekanik diperoleh dari hasil konversi daya yang dirubah menjadi tenaga putar yang dihasilkan dari propeller sehingga menghasilkan gaya dorong (Thrust) Pesawat.

Komentar